FDG PB IMABARA Wujudkan Cita-cita ‘Batu Bara Go Green’

Baru Bara, (batubaratranspublik)
Berkolaborasi dengan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim-LH) Kabuoaten Batu Bara, Pengurus Besar Ikatan Mahasiswa Batu Bara (PB-IMABARA) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema Rehabilitasi Ekosistem Mangrove sebagai Upaya Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Rabu (22/6/22) di Aula kantor Bupati Batu Bara, di Lima Puluh.

FGD menghadirkan nara sumber Dr.Oding Affandi,S.Hut,MP dan Doni Latuparisa dari Aktivis Lingkungan Sumatera Utara serta managemen dari sejumlah perusahaan-perusahaan.

Ketua umum PB IMABARA Nazli Aulia dalam sambutannya menjelaskan bahwa, perubahan iklim berdampak sangat luas pada kehidupan masyarakat. Suhu udara, cuaca buruk dan wabah penyakit adalah suatu perubahan yang sangat signifikan terhadap iklim. Tentu juga terjadi diakibatkan meningkatnya konsentrasi gas karbon di oksida (emisi karbon).

“Perubahan iklim yang terjadi saat ini menuntut perusahaan-perusahaan di Kabupaten Batu Bara untuk bertindak dalam transisi energi dibarengi dengan penyeimbangan karbon”, kata Nazli Aulia

Sambung Nazli, melalui FGD diharapkan mampu mensinergikan upaya penanggulangan perubahan iklim, dengan merehabilitasi ekosistem mangrove. Tentu kewajiban perusahaan dalam kelestarian lingkungan diatur dalam UU.No.40 tahun 2007.

Dijulukinya, Kabupaten Batu Bara sebagai Dubai-nya Sumatera utara, dan dengan pelabuhan internasionalnya lanjut Nazli, IMABARA menginginkan kedepan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Batu Bara mengedepankan tanggung jawab lingkungannya.

Tidak hanya berhenti dalam komitmen penurunan emisi karbon, tapi juga dengan pengendalian limbah-limbah yang dapat merusak keanekaragaman hayati dan sosial masyarakat”, pungkas Nazli Aulia.

Sementara, Kadis Perkim – LH Norma Deli Siregar diwakili Heriati Rosa menerangkan bahwa luas hutan mangrove Batu Bara saat ini lebih kurang berkisar 3.500 Ha.
Dengan merestorasi mangrove ini tentu akan meningkatkan kualitas penyeimbangan karbon.

Selain perusahaan kata Rosa, Pemkab Batu Bara tentunya akan terus menggalakkan program pelestarian ekosistem mangrove. Dan nantinya kita harapkan untuk bersama melakukan penelitian dan perhitungan karbonnya.

“Keterlibatan perusahaan selain dalam tanggung jawab lingkungan nya, itu juga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari penilaian PROPER (peringkat Kinerja Pengelolaan Lingkungan Perusahaan”, tutup Rosa.

Di penghujung FDG, Ketum PB IMABARA Nazli Aulia menyimpulkan bahwa peran serta dinas perumahan kawasan permukiman dan lingkungan sangat di perlukan. Sehingga dengan berkerjasama sehingga cita cita “Batu Bara yg Go Green”, bisa terwujud. (tpbb01)

Bagikan:

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*